<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments for Peaceful Indonesia</title>
	<link>http://www.peacefulindonesia.com</link>
	<description>peace for all, damai bagi semua</description>
	<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 17:38:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>Comment on Sign the Petition/Masukkan Petisi by Peaceful Indonesia - Pelaksanaan Seminar dan Renungan Menuju Indonesia Baru</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/petition/#comment-107</link>
		<dc:creator>Peaceful Indonesia - Pelaksanaan Seminar dan Renungan Menuju Indonesia Baru</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 17:57:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/petition/#comment-107</guid>
		<description>[...] Peaceful Indonesia peace for all, damai bagi semua  Skip to content HomeAboutBannersProposalSign the Petition/Masukkan Petisi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Peaceful Indonesia peace for all, damai bagi semua  Skip to content HomeAboutBannersProposalSign the Petition/Masukkan Petisi [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Proposal Renungan Kemanusiaan Sedunia Dalam Memperingati 10 tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 by JACOBUS DE JESUS</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-106</link>
		<dc:creator>JACOBUS DE JESUS</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 08:12:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-106</guid>
		<description>10 Tahun tragedi kemanusiaan membuat semua orang merasakan suatu pukulan bagi manusia/orang  yang menjadi korban,namun untuk semua kejadian itu perlu di telusuri agar  antara pihak victim dan pelaku bisa saling menerima sesamanya,karena masalah yang lalu menjadi pengalaman untuk masa depan yang cerah. Doalah kepada tuhan agar  Tuhan  bisa memberi pengampunan yang sebesar-besarnya.

Tuhan Besertamu AMEN,AMEN,AMEN.........AMEN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>10 Tahun tragedi kemanusiaan membuat semua orang merasakan suatu pukulan bagi manusia/orang  yang menjadi korban,namun untuk semua kejadian itu perlu di telusuri agar  antara pihak victim dan pelaku bisa saling menerima sesamanya,karena masalah yang lalu menjadi pengalaman untuk masa depan yang cerah. Doalah kepada tuhan agar  Tuhan  bisa memberi pengampunan yang sebesar-besarnya.</p>
<p>Tuhan Besertamu AMEN,AMEN,AMEN&#8230;&#8230;&#8230;AMEN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Proposal Renungan Kemanusiaan Sedunia Dalam Memperingati 10 tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 by Joao henriques de de</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-98</link>
		<dc:creator>Joao henriques de de</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 07:55:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-98</guid>
		<description>semua  telah berlalu dan jauh di mata, biarlah berlalu dan berlalu dan jangan simpang di hati sebagai suatu dendam tetapi simpang di hati sebagai suatu kenangan yang tak terlupakan,10 tahun telah berlalu dan kini kita semau harus bersatu, damai se ya,sekata dalam satu hati, amen ( Viva Indonesia dan Viva Timor Leste )MATNES........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semua  telah berlalu dan jauh di mata, biarlah berlalu dan berlalu dan jangan simpang di hati sebagai suatu dendam tetapi simpang di hati sebagai suatu kenangan yang tak terlupakan,10 tahun telah berlalu dan kini kita semau harus bersatu, damai se ya,sekata dalam satu hati, amen ( Viva Indonesia dan Viva Timor Leste )MATNES&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Proposal Renungan Kemanusiaan Sedunia Dalam Memperingati 10 tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 by cokodra</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-94</link>
		<dc:creator>cokodra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 16:40:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-94</guid>
		<description>TESTIMONI 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL #II 20 MEI (1908~2008)

KEBANGKITAN BANGSA BUKAN MENGGANTI RAJA
Seratus tahun kebangkitan nasional telah melalui beberapa tahapan yang menjadi tonggak sejarah bangsa. Dimulai dengan gerakan Boedi Utomo 1908 dipertegas 20 tahun kemudian tepatnya 28 oktober 1928 Soekarno muda dan kawan-kawan merumuskan sebuah Sumpah Pemuda yang menjadi pilar semangat nasionalisme dinusantara, satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air INDONESIA hingga mendobrak ditahun 1945 dengan berkumandangnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berbagai aspek kehidupan menyangkut Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial. Budaya Pertahanan dan Keamanan terus dibangun dengan segala keterbatasan anak bangsa tanpa melupakan nilai hakiki Undang-Undang Dasar 1945. harkat dan martabat bangsa terus bergerak naik dan turun sesuai perkembangan zaman menuju masyarakat adil, makmur yang berdaulat. Seiring dengan itu berbagai rongrongan dan ancaman terus silih berganti juga melanda bangsa ini. Intervensi kapitalisme yang memecah belah, kebijakan salah yang merugikan rakyat laksana penjajahan model baru hingga motivasi miris menimbulkan gerakan separatisme menentang persatuan dan kesatuan negara yang dirintis penuh darah dan korban nyawa oleh para pahlawan pendahulu kita. 
Berpuncak pada aksi Reformasi mei 1998 kebangkitan meruntuhkan ego sebuah rezim kadaluarsa yang mewariskan mental rakus mementingkan diri sendiri dan digulirkannya paket instant otonomi daerah tanpa sosialisasi yang cukup hingga menimbulkan simpang siur rakyat melahirkan raja-raja kecil baru padahal semua nenek moyangnya pernah dikalahkan penjajah asing karena tidak bersatu. Menafsirkan otonomi hanya dari sudut pandang Budaya dan Politik membuat bangsa ini terpecah belah sehingga tanpa sadar euphoria ini membawa kita kembali kemasa Devide et Impera jauh sebelum kebangkitan nasional itu sendiri. Sungguh-sungguh kondisi tragis yang menjadi realita bangsa Indonesia saat ini.
Menyitir kondisi ini izinkan kami mengungkapkan seuntai kata penabur asa karya anak bangsa yang semoga dapat menjadi motivasi untuk saya dan saudara sebangsa disemua penjuru tanah air : 
GENERASI BANGKIT		karya Cokodra
Pasca Revolusi ada rezim dan seangkatan
Pelaksana roda yang dipercayakan
Bicara kesatuan dalam segala keterbatasan
Reformasi jadi mercusuar 
Tatanan kusut melangit tinggi 
Mengakar sampai keperut bumi
Kabarkan petani dan penangkap ikan 
Penguasaan global tak terelakkan
Bukan pasrah tak berdaya tapi sikapi otonomi
Generasi sekarang beraplikasi, memasuki formasi inti
Berencana dan bekerja untuk negeri sendiri
Evaluasi serta koreksi namun tahu diri
Hidup harus terus berjalan bangkitlah dengan digdaya 
Sebab kata regenerasi bukan sekedar mengganti raja.!!
   
Akhir kata melalui 100 tahun kedua Kebangkitan Nasional ini. Tumbuhkan kembali tunas-tunas baru pohon nasionalisme kita yang hampir mati. Berkorbanlah relakan sedikit kesenangan duniawi, para sarjana, akademisi dan para ahli sudilah turun kedesa bersatu padu membantu saudara sebangsa yang belum mengerti dan tak berdaya. Hentikan semua pembodohan, berikan sedikit pengetahuan, tak perlu tinggi tapi tepat guna, ajarkan cara dan bagaimana yang selayaknya. Agar kehidupan yang adil dan merata dapat kita jelang segera.
Bangkit..Bangkitlah anak bangsa saatnya tegak berdiri jadilah pemilik negeri yang kaya raya ini..!!
Oleh : 
Jonni Saputra M, ST
Sumatera Utara – Indonesia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TESTIMONI 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL #II 20 MEI (1908~2008)</p>
<p>KEBANGKITAN BANGSA BUKAN MENGGANTI RAJA<br />
Seratus tahun kebangkitan nasional telah melalui beberapa tahapan yang menjadi tonggak sejarah bangsa. Dimulai dengan gerakan Boedi Utomo 1908 dipertegas 20 tahun kemudian tepatnya 28 oktober 1928 Soekarno muda dan kawan-kawan merumuskan sebuah Sumpah Pemuda yang menjadi pilar semangat nasionalisme dinusantara, satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air INDONESIA hingga mendobrak ditahun 1945 dengan berkumandangnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.<br />
Berbagai aspek kehidupan menyangkut Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial. Budaya Pertahanan dan Keamanan terus dibangun dengan segala keterbatasan anak bangsa tanpa melupakan nilai hakiki Undang-Undang Dasar 1945. harkat dan martabat bangsa terus bergerak naik dan turun sesuai perkembangan zaman menuju masyarakat adil, makmur yang berdaulat. Seiring dengan itu berbagai rongrongan dan ancaman terus silih berganti juga melanda bangsa ini. Intervensi kapitalisme yang memecah belah, kebijakan salah yang merugikan rakyat laksana penjajahan model baru hingga motivasi miris menimbulkan gerakan separatisme menentang persatuan dan kesatuan negara yang dirintis penuh darah dan korban nyawa oleh para pahlawan pendahulu kita.<br />
Berpuncak pada aksi Reformasi mei 1998 kebangkitan meruntuhkan ego sebuah rezim kadaluarsa yang mewariskan mental rakus mementingkan diri sendiri dan digulirkannya paket instant otonomi daerah tanpa sosialisasi yang cukup hingga menimbulkan simpang siur rakyat melahirkan raja-raja kecil baru padahal semua nenek moyangnya pernah dikalahkan penjajah asing karena tidak bersatu. Menafsirkan otonomi hanya dari sudut pandang Budaya dan Politik membuat bangsa ini terpecah belah sehingga tanpa sadar euphoria ini membawa kita kembali kemasa Devide et Impera jauh sebelum kebangkitan nasional itu sendiri. Sungguh-sungguh kondisi tragis yang menjadi realita bangsa Indonesia saat ini.<br />
Menyitir kondisi ini izinkan kami mengungkapkan seuntai kata penabur asa karya anak bangsa yang semoga dapat menjadi motivasi untuk saya dan saudara sebangsa disemua penjuru tanah air :<br />
GENERASI BANGKIT		karya Cokodra<br />
Pasca Revolusi ada rezim dan seangkatan<br />
Pelaksana roda yang dipercayakan<br />
Bicara kesatuan dalam segala keterbatasan<br />
Reformasi jadi mercusuar<br />
Tatanan kusut melangit tinggi<br />
Mengakar sampai keperut bumi<br />
Kabarkan petani dan penangkap ikan<br />
Penguasaan global tak terelakkan<br />
Bukan pasrah tak berdaya tapi sikapi otonomi<br />
Generasi sekarang beraplikasi, memasuki formasi inti<br />
Berencana dan bekerja untuk negeri sendiri<br />
Evaluasi serta koreksi namun tahu diri<br />
Hidup harus terus berjalan bangkitlah dengan digdaya<br />
Sebab kata regenerasi bukan sekedar mengganti raja.!!</p>
<p>Akhir kata melalui 100 tahun kedua Kebangkitan Nasional ini. Tumbuhkan kembali tunas-tunas baru pohon nasionalisme kita yang hampir mati. Berkorbanlah relakan sedikit kesenangan duniawi, para sarjana, akademisi dan para ahli sudilah turun kedesa bersatu padu membantu saudara sebangsa yang belum mengerti dan tak berdaya. Hentikan semua pembodohan, berikan sedikit pengetahuan, tak perlu tinggi tapi tepat guna, ajarkan cara dan bagaimana yang selayaknya. Agar kehidupan yang adil dan merata dapat kita jelang segera.<br />
Bangkit..Bangkitlah anak bangsa saatnya tegak berdiri jadilah pemilik negeri yang kaya raya ini..!!<br />
Oleh :<br />
Jonni Saputra M, ST<br />
Sumatera Utara – Indonesia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Proposal Renungan Kemanusiaan Sedunia Dalam Memperingati 10 tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 by Tak Beranjak dari Tahun Pertama hingga Tahun ke Sepuluh &#171; — solilokui fajar</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-93</link>
		<dc:creator>Tak Beranjak dari Tahun Pertama hingga Tahun ke Sepuluh &#171; — solilokui fajar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 03:01:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-93</guid>
		<description>[...] peacefulindonesia.com [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] peacefulindonesia.com [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sign the Petition/Masukkan Petisi by Tak Beranjak dari Tahun Pertama hingga Tahun ke Sepuluh &#171; — solilokui fajar</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/petition/#comment-92</link>
		<dc:creator>Tak Beranjak dari Tahun Pertama hingga Tahun ke Sepuluh &#171; — solilokui fajar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 02:15:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/petition/#comment-92</guid>
		<description>[...] Entah mengapa, hari itu Jakarta seperti kehilangan aparat dan penguasa. Tidak ada satu pun pihak berwewenang yang berinisiatif mengambil kendali koordinasi pengamanan. Benar-benar suatu kondisi anarkis dan chaos. [Peaceful Indonesia - Sign the Petition/Masukkan Petisi] [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Entah mengapa, hari itu Jakarta seperti kehilangan aparat dan penguasa. Tidak ada satu pun pihak berwewenang yang berinisiatif mengambil kendali koordinasi pengamanan. Benar-benar suatu kondisi anarkis dan chaos. [Peaceful Indonesia - Sign the Petition/Masukkan Petisi] [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sign the Petition/Masukkan Petisi by Therry Says&#8230; &#187; Blog Archive &#187; If Indonesians Elected Me As President</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/petition/#comment-91</link>
		<dc:creator>Therry Says&#8230; &#187; Blog Archive &#187; If Indonesians Elected Me As President</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 17:42:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/petition/#comment-91</guid>
		<description>[...] commemorate the May &#8216;98 tragedy, every year in May, for the whole month alone I would replace all the huge banners and billboards [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] commemorate the May &#8216;98 tragedy, every year in May, for the whole month alone I would replace all the huge banners and billboards [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ten Years after May 1998 Tragedy by Jen</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/2008/05/08/ten-years-after-may-1998-tragedy/#comment-88</link>
		<dc:creator>Jen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 04:04:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/2008/05/08/ten-years-after-may-1998-tragedy/#comment-88</guid>
		<description>Thanks, Colson, for your kind attention and criticism in this. Many theories on why the Chinese ethnic has always been targeted. It's unfair and unforgivable. Intellectuals MUST talk more open about this.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks, Colson, for your kind attention and criticism in this. Many theories on why the Chinese ethnic has always been targeted. It&#8217;s unfair and unforgivable. Intellectuals MUST talk more open about this.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Proposal Renungan Kemanusiaan Sedunia Dalam Memperingati 10 tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 by Tak Beranjak dari Tahun Pertama hingga Tahun Kesepuluh &#171; — solilokui fajar</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-87</link>
		<dc:creator>Tak Beranjak dari Tahun Pertama hingga Tahun Kesepuluh &#171; — solilokui fajar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 18:56:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/2008/03/21/proposal-renungan-kemanusiaan-sedunia-dalam-memperingati-10-tahun-tragedi-kemanusiaan-mei-1998/#comment-87</guid>
		<description>[...] peacefulindonesia.com [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] peacefulindonesia.com [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sign the Petition/Masukkan Petisi by Tak Beranjak dari Tahun Pertama hingga Tahun Kesepuluh &#171; — solilokui fajar</title>
		<link>http://www.peacefulindonesia.com/petition/#comment-86</link>
		<dc:creator>Tak Beranjak dari Tahun Pertama hingga Tahun Kesepuluh &#171; — solilokui fajar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 18:55:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.peacefulindonesia.com/petition/#comment-86</guid>
		<description>[...] berinisiatif mengambil kendali koordinasi pengamanan. Benar-benar suatu kondisi anarkis dan chaos. [Peaceful Indonesia - Sign the Petition/Masukkan Petisi]  “Sekitar jam 11.30, saya melihat beberapa orang di antara massa mencegat sebuah mobil dan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] berinisiatif mengambil kendali koordinasi pengamanan. Benar-benar suatu kondisi anarkis dan chaos. [Peaceful Indonesia - Sign the Petition/Masukkan Petisi]  “Sekitar jam 11.30, saya melihat beberapa orang di antara massa mencegat sebuah mobil dan [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
