Sign the Petition/Masukkan Petisi

Type in your name, name of organization (if any), and your e-mail address below (scroll down) to show your support to victims and survivors of May 1998 Tragedy of Humanity, and to activists who work hard to accompany them.

We will send the result of this petition to the President of Republic of Indonesia and to carbon copy it to institutions, organizations, and individuals that are related to this incident within and outside Indonesia.

10 Years Humanity Tragedy of May 1998

Masukkan nama, nama organisasi (kalau ada) dan alamat e-mail Anda di bawah ini sebagai tanda dukungan kepada para korban Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 dan para aktivis kemanusiaan yang menemani para korban.

Kami akan mengirimkan petisi ini pada Presiden Republik Indonesia dan meneruskannya ke semua instansi, organisasi dan individu terkait di dalam dan luar Indonesia.

10 Tahun Tragedi Mei 1998

“Toward New Indonesia without Violence and Discrimination” petition

“Around 11:30am, I saw several people of a large crowd hijacked a car and forced the passengers to come out of the car. They pulled two women out of the car and stripped them naked. They gang raped them. Those two girls tried to fight while shouting with fear, but failed,” said an eyewitness in Muara Angke, Jakarta on May 14, 1998.

“My heart is hurt. My life doesn’t mean anything, void. Until the end of time, I won’t forget how such inhumane incident that has cost my son’s life. He was accussed as a rioter, but he was actually a victim. Where can I ask for justice? Why did it happen?” said a mother of a victim in May 1998 Humanity Tragedy.

Ninety two Indonesian females of Chinese ethnicity were sexually abused, 1,338 were killed, and unaccounted private and public properties were destroyed in May 1998 Tragedy that occurred in Jakarta, Surabaya, Palembang, Solo, and Lampung.

Incidents of violence and discrimination have occurred in Indonesia for more than 300 years. In 1740, more than 10,000 people of Chinese ethnicity were massacred and the females sexually abused by Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) under the ruling of General Governor Adriaan Valckenier

On October 31, 1918, as the result of divide-and-conquer Dutch colonial political strategy, thousands of mobilized crowd from Mayong, Jepara, Pati, Demak, and others destructed shops and housings of those belong to people of Chinese ethnicity in Kudus. Hundreds of people were injured and 16 of them were killed.

The colonial political strategies involving mobilized crowd to perform orchestrated violence toward minority groups, who have been scapegoated as “threats,” have been adopted by post-independence regime(s). The politics of scapegoating a particular minority group, such as G30S, for instance, had caused the deaths of hundreds of thousands to millions of men and women, minorities and majorities, Muslims and non-Muslims.

Incidents of violence and discrimination in various scales have occurred due to ethnicity, religion, racial, and cultural issues. Eruptions of violence have the potential to re-emerge in the future if we allow perpetrators of gross violators of crimes against humanity to walk free from justice and if we refuse to empathize with the victims and survivors.

Those who had gone before us have pioneered a pluralistic Indonesia that comprises of various ethnicities, religions, races, and cultures. They have worked together hand-in-hand in defending themselves against all kinds of inhumane and derogatory treatments in the forms of colonization, violence, racial discrimination, and others. They have taken oath that we are all one nation, one people, and one language. Indonesia.

In this 10th year commemoration of May 1998 Tragedy, we urge the government of Republic of Indonesia to fully investigate May 1998 Tragedy and bring the perpetrators to justice.

We urge the government of Republic of Indonesia to prosecute to the fullest extend of the law any individual(s) or group(s) that exploit the issues of ethnicity, religion, race, and culture to the victims.

We urge all concerned citizens of Indonesia and concerned citizens of the world to show solidarity to Indonesian people and victims of crimes against humanity in light of creating a new Indonesia without violence and discrimination.[]

Petisi “Menuju Indonesia Baru Tanpa Kekerasan dan Diskriminasi”

"Sekitar jam 11.30, saya melihat beberapa orang di antara massa mencegat sebuah mobil dan memaksa penumpang turun, kemudian menarik dua orang gadis keluar. Mereka mulai melucuti pakaian kedua gadis itu dan memperkosanya beramai-ramai. Kedua gadis itu coba melawan sambil menjerit ketakutan, namun sia-sia," tutur seorang saksi mata di Muara Angke, Jakarta pada tanggal 14 Mei 1998.

“Hati saya masih sangat perih. Hidup saya tak berarti, hampa. Sampai kapanpun saya tidak akan bisa melupakan peristiwa biadab yang merengut nyawa anak saya dalam Tragedi Mei 1998. Dia dituduh penjarah, padahal ia korban. Saya hendak mencari keadilan, tapi kepada siapa? Mengapa ini harus terjadi?” tutur seorang ibu korban tragedi kemanusiaan Mei 1998.

92 perempuan Indonesia etnis Tionghoa menderita kekerasan seksual, 1.338 warga Indonesia menderita kematian dini di pusat-pusat perbelanjaan umum, dan tak terhitung fasilitas pribadi dan umum rusak dalam tragedi Mei 1998 yang berlangsung di Jakarta, Surabaya, Palembang, Solo, dan Lampung.

Kekerasan dan diskriminasi, seperti Tragedi Mei 1998, telah berlangsung di pertiwi Indonesia lebih dari tiga ratus tahun. Pada tahun 1740, lebih dari 10.000 warga Nusantara etnis Tionghoa menderita kematian dini karena pembantaian dan karena kekerasan seksual terhadap para perempuannya oleh Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atas perintah Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier.

Pada tanggal 31 Oktober 1918, sebagai akibat politik adu domba rezim kolonial Belanda, ribuan massa dari Mayong, Jepara, Pati, Demak, dan sekitarnya merusak kawasan pertokoan dan pemukiman warga Nusantara etnis Tionghoa di Kudus. Ratusan warga Nusantara etnis Tionghoa menderita luka dan enam belas dari mereka menderita kematian dini.

Praktek rezim kolonial Belanda yang melibatkan massa untuk melangsungkan kekerasan terhadap kelompok masyarakat yang dikambinghitamkan sebagai ancaman diadopsi oleh rezim penguasa Indonesia pasca-kemerdekaan. Politik kambing hitam terhadap G30S (Gerakan 30 September), misalnya, menelan korban dalam rentang ratusan ribu hingga jutaan korban laki-laki dan perempuan, minoritas dan mayoritas, Muslim dan non-Muslim.

Kekerasan dan diskriminasi lainnya dalam skala yang beragam telah berlangsung karena isu-isu suku, agama, ras, dan antarbudaya. Ledakan kekerasan masih berpotensi berlangsung di masa depan jika kita membiarkan para pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan lolos dari tuntutan hukum dan jika kita menolak berbela rasa dengan para korban.

Para pendahulu bangsa Indonesia telah mengawali terciptanya Nusantara-Indonesia yang menghargai pluralitas suku, agama, ras, dan antar budaya. Mereka bahu-membahu melawan setiap bentuk perendahan kemanusiaan dalam wujud kolonialisme, kekerasan, diskriminasi rasial, dan sebagainya. Mereka mengikrarkan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.

Pada peringatan 10 tahun tragedi kemanusiaan Mei 1998, kami mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk mengusut tuntas tragedi kemanusiaan Mei 1998, dan mengadili para pelakunya.

Kami mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk menindak secara hukum individu atau kelompok yang mengeksploitasi suku, agama, ras, dan antarbudaya untuk kekerasan dan diskriminasi terhadap target korbannya.

Kami mengundang semua warga Indonesia dan warga dunia yang peduli Indonesia untuk menciptakan Indonesia baru tanpa kekerasan dan diskriminasi.



SESUDAH MENGISI PETISI, JANGAN LUPA MENG-KLIK KONFIRMASI E-MAILNYA. Terima kasih.

After you have added your name to this petition an e-mail will be sent to the given address to confirm your signature. Please make sure that your e-mail address is correct or you will not receive this e-mail and your name will not be counted.

Name:

E-mail address:

Please enter an optional comment (maximum 255 characters):

Last 400 signatories


Juliana G
"Indonesia, negri yang elok dan kaya jangan dihancurkan demi kepentingan golongan tertentu."

annie
"let's do our best !"

Raymond Karinda
"Is this the price that we should pay? Peace on Earth, Peace...please..!"

hanny
"mari mencipta kedamaian dalam hati, dalam diri, bagi sesama, juga bagi semesta."

Taufik Zahrony
"Kekerasan dan diskriminasi adalah alat kekuasaan untuk menciptakan rezim.Kesadaran kitalah untuk tidak mendukung rezim tersebut dengan cara masing-masing.Misalnya ciptakan jiwa nasionalisme,humanisme dan internasionalisme."

Aldo Irsan
"Semoga Tuhan berkenan mengampuni para pelaku dan tokoh 2x pemrakarsa kejadian biadab ini. Dan semoga kejadian ini tidak pernah terjadi lagi, baik di Indonesia maupun di belahan bumi manapun di masa yang akan datang. -Peace-"

Reiny
"Kerusuhan Mei 1998 tidak mudah dilupakan. Semoga tidak pernah terjadi lagi. Biar yang menjadi dalangnya mendapatkan balasan yang sesuai!"

Maria Pakpahan
"To bring justice to end the circle of violence is our task as citizen and human being. in solidarity."

Martha Hapsari
merteresa
"semoga keadilan dan damai ada di negara kita. mohon kasus ini diusut sampai tuntas."

manpreet
noni
"satu hal yang tidak tunduk oleh aturan mayoritas adalah nurani seseorang "

taryono putranto
"stop kekerasan sekarang!!!! setuju"

Nong Darol Mahmada
"No More Violance"

Thomas Andrikus
"Amen for a peaceful Indonesia..."

Sonny
"Agar kejahatan kemanusiaan tak berulang. "

sawali Tuhusetya
"saya mendukung petisi dan memberikan ucapan simpati kepada para korban Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 dan para aktivis kemanusiaan yang menemani para korban."

dani
"tuntaskan kasus mei 1998 hapuskan kekerasan dari muka bumi"

eddy lew
"Indonesia, please awake and realize that we need each other!!"

Willy Purna Samadhi
Nafidatunnisa
"KEKERASAN DAN DISKRIMINASI TERHADAP KAUM PEREMPUAN HARUS DIPERHATIKAN OLEH PEMERINTAH INDONESIA DAN KEBENARAN AKAN SELALU ADIL.THANKS..."

J. Carolina Chandra Rumuat
"Don't we all remember the fateful day when we see our countrymen turned into be predators? They didn’t only rape and looted shops belong to the Chinese-Indonesians, they looted the dignity of a country."

Inge Santoso
"The May 1998 tragedy is a fundamental and gross violation of basic human rights. The inaction of the government to bring the perprators into the court of justice cannot be tolerated. "

Deddy
"Diskriminasi yg merupakan penyebab terjadinya kerusuhan Mei 1998, harus kita perjuangkan untuk penghapusannya dalam segala aspek kehidupan di negara Indonesia ini."

Lucky
"Etnis Tionghoa dan Pribumi harus saling menghargai 2 arah...dan etnis tonghoa harus lebih merakyat dan berbaur kepada kaum pribumi agar tidak ada lagi perbedaan kelas yg terlalu menyolok"

Gabriella Linardi
"jangan sampe ada benih rasisme di tubuh Indonesia. Indonesia rocksss!!!!!"

Rafael Budi
"Saya setuju tidak boleh ada diskriminasi apapun di Republik ini. Orang tionghoa juga sangat banyak kontribusinya untuk negara ini."

Larissa Salaki
Ririn
"Semoga 'Bhinekka Tunggal Ika' bukan jadi kata-kata indah saja, tapi kita bisa lebih memahami maknanya dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Tingkatkan kepedulian kepada sesama kita.Hormati hak dan kewajibannya.Majulah Indonesiaku!!"

chitrahadi s
Sergio Permana
"Let walk together, i am confident we are going in the same direction although our path might be different "

ollan
Firman D.
"Indonesia harus belajar, dimulai dari para pemimpinnya yang telah terlena cukup lama dan menjadi budaya merasakan empuknya kursi tanpa mau peduli rakyatnya."

Andre F. Haryadi
"Kapan keadilan akan ada di Indonesia??????? Benar jadi salah, salah jadi yg benar, inikah negeriku tercinta????"

Rosaria
mega
"semoga indonesia bisa lebih bertanggung jawab dalam hukum-nya."

Adhi Prasetyo
henry
"betul sekali, jangan sampai terjadi lagi..hidup Indonesia. MAri kita saling bergandengan tangan menuju kehidupan yang lebih baik"

Bong She Hoa
"tingkatkan rasa solidaritas yg tinggi,hindari kekerasan dan perbedaan ras untuk ketahanan nasinonal."

Dwi Anis
""save and peace for our indonesia""

yudih
""Be Safe and Peaceful my friends""

leksa
""Tidak ada diskriminasi dalam penyebaran Informasi. terutama oleh aturan yang mengikat kebebasan berpendapat oleh blogger, dan semua pelaku citizen journalism...!""

yuli
"Tuhan ampunilah bangsa kami...."

Heryo
"Semoga hal ini hanya terjadi sekali saja dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia. God Bless Us"

Sendie Arief
"Untuk Indonesia!"

agung
"tingkatkan toleransi dong!!! jgn sampe terulang lg.. malu ama negara lain...."

Rima Fauzi
"Ignorance & blind eye towards human rights violations. Stop evil from driving indonesia down the pitfall of demise. God have mercy, god save us all."

Jeffrey Haribowo
"Ubi Caritas est Vera, Deus ibi Est"

FS
"Pemerintah harus berani menjunjung tinggi Pancasila yang menjadi dasar negara. Buktikan ke dunia luar bahwa teroris tidak ada tempat disini."

alin rachmawati
"Do not do unto others as you would not have done unto you. "

Bachtiar Hakim
"10 tahun tanpa pencerahan bagimu... wahai antek status quo!!! Modusmu berubah, korbanmu bertambah. Lihatlah jiwa-jiwa yang nelangsa! Dengarlah saran penyelamat bangsa! Jangan lagi ada mangsa! Jauhkan kuasa dari siksa!"

Rudi
Rodri Tanoto
"Ketidakmampuan, atau boleh saya katakan keengganan pemerintah untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan ini, menunjukkan kualitas perlindungan HAM di Indonesia yang rendah. Selesaikan masalah ini, sebelum mencoba menanggapi nilai HAM di luar! I BEG YOU! "

Toni Wahid
"Empati saya buat korban kekerasan, semoga Tuhan yang Maha Kasih selalu memberikan kekuatan kepada anda semua. Pemerintah harus mengusut sampai tuntas kejadian ini. "

Satrio
"pedih. mata kanak-kanak saya pedih waktu itu. dari jendela kamar saya terlihat asap membumbung tinggi di berbagai penjuru. entah berapa nyawa ikut terbang bersama asap pekat itu. ah, semoga indonesia tak kan pernah lagi mengalami kepahitan yang sama."

Rosmana
"Sebagaimanpun ruwetnya benang kusut, saya tetap yakin bahwa itu akan terurai apabila ada seseorang yang mencoba mengurainya dengan sungguh-sungguh. "

Dewi Surya Kusuma
"May God help us.. "

ingki
"tragedi yang terjadi lagi.gara-gara prasangka.akibat kesalahpahaman merajalela.tak ada jalan lain,kita harus berani mengakui.agar pijakan jelas jika tujuannya jadi bangsa bertaji.bisa unjuk gigi.dapat membuktikan diri.tidak berhenti.bukan jadi basi."

Enny Rahmita
"Jangan wariskan kekerasan, ketidakadilan, ataupun ketakutan kepada anak cucu kita, jadikan Indonesia negara yang aman, adil, nyaman dan pantas untuk diperjuangkan .. "

Viona
"Saatnya semua suku-etnis-ras di Indonesia bersatu. Berhenti menaikkan panji-panji masing-masing,naikkan satu panji saja! Indonesia, tanah yang diberkati Tuhan!! "

Khairuddin Siregar
"Kebersamaan memperjuangkan keadilan melalui jalan perdamaian merupakan cita-cita demokrasi Indonesia. Kita tidak bermimpi menjadikan Indonesia yang damai dalam kebhinnekaan."

Iman Brotoseno
"Sebuah Indonesia yang bermartabat adalah Indonesia yang bisa menuliskan sejarahnya dengan benar. Bisa menghargai dan melindungi seluruh warganegaranya tanpa pemihakan terhadap etnis,agama dan afiliasi. "

Andi Yuliarto
"Saya rindu tinggal dalam dunia tanpa kekerasan dan diskriminasi. Mari Indonesia bertobatlah dan berubahlah. Jangan sampai terulang kesalahan yg tlah lalu. Jadikan Indonesia tempat yg aman untuk semua orang."

Lilik Yul Riawan
"lets make a better place for life"

Fanny A
"our nation should repent for this tragedy. it suppose not to be forgotten at all. our president, as the representative of this nation has to do something!! "

Henrica Novilaya L.G
"kebenaran bisa membela dirinya sendiri, meskipun dmk kita perlu mendukung pembelaan dirinya!"

Judisetiwan
"Saya mendukung solidariteit pada peristiwa tragedi 1998 demi ditegakkannya keadilan dan kemanusiaan di Indonesia"

Ronald Darmanto
""peace for better indonesia""

Syam AG
Myrna Butar Butar
"Setiap warga negara Indonesia mendapat perlakuan adil dan beradab."

arvan
"tindak tegas para pelaku pelanggaran HAM pada tragedi Mei 1998. Presiden jangan takut sama DPR, yang bisanya cuman omong kosong doank...! mari membangun Indonesia yang lebih baik"

djangkrik
"Mengungkapkan apa yg terjadi agar peristiwa ini tak dilupakan dan tak terulang lagi adalah kewajiban moral. Impunity adalah kejahatan negara."

rico
Retha
Emier Malvin K.
"Untuk Indonesia yang lebih baik!"

orchida ramadhania
"Mr. President, you are the 1st one in Indonesian history who are directly elected by the hearts of your millions citizens. Bite the past time injustice, don't be such a coward, we are all on your back."

Febry Harsono
"May God Forgive what they've done... Ouch!"

Christine Putri
gani satiman
"The government representing the country should admit the “TRAGEDY”& apologize to the entire victim that it failed to meet its obligation to protect the Human right of its resident as stated in constitution."

Hans
"Jangan keraskan hati, berdamailah dengan diri kita sendiri dan orang lain... Wujudkanlah Indonesia yang damai."

Ronald Susanto
ernest
"jangan lagi mempermasalahkan mengenai SARA. bergaullah dengan orang yang berlainan SARA dengan kita. GOD Bless Us"

Iwan
"Up hold the law!No more political issues that detriment one's race!I guess our founding fathers would be ashamed knowing that the symbol "Garuda" which hold "Bhinneka Tunggal Ika" be hung all over the wall solely for accessories purpose."

Felix Djohan
"What if this happen to one of your family, relatives, and friends? So, please bring the justice upfront to show the world that our country still bear humanity and become peaceful place to live."

Gerard Martin Thema
"Mohon dengan sangat untuk menyelesaikan kasus Tragedi Mei 1998. "

erna liliana
"hopefully indonesia will be peaceful in the future.."

Fanny Koeswanto
Tono
"Indonesia Raya Merdeka... Merdeka..!! Tanahku Negriku Yang kucinta"

anne rosalyn
Icha
"no more violence"

Reynaldo Adji
Sonnya Gunawan
"walau tidak melihat, bukan berarti kita menutup mata bukan?"

Sonnya Gunawan
Mariska Januar
Dewi Savitri Reni
"My heart goes with this petition. The Indonesian government (the Police together with the Prosecutor's Office) has to investigate this matter thoroughly and indict the intellectual actor behind this terrible accident. "

Fanny Surjana
"For a future peaceful Indonesia someday"

RIO FS
"Never ever happen again in any time, in any place, in any generations in Indonesia. Bless Indonesia-NYA "

paulus agung krismantara
"satu gugur tumbuh seribu perjuangan tidak pernah berakhir, kemanusiaan adalah bagian dari kekuatan cinta kasih. bukan untuk menjadi manusia biadab tetapi menjadi manusia BERADAB"

Melkior Lumentut
"Untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat Indonesia, sebaiknya kita hindari setiap tindak kekerasan dan main hakim sendiiri.TerimaKasih.by: Melkior Lumentut-Sacramento,California "

mare
"kami di k37.org menolak segala bentuk kekerasan atas dasar apapun juga"

bernie
"Mari kita mulai petisi dan campaign ini mulai dari diri kita sendiri, fenomena kekerasan seringkali muncul karena terlalu seringnya kita menggunakan telunjuk kita, tanpa sadar 4 jari yang lain menunjuk ke diri kita sendiri. Peace Indonesia"

Rudy Gunawan
"Bersatu padu untuk Indonesia yang lebih baik untuk semua lapisan rakyat."

Ignas L.Tukan/Kustati
"Enyahlah kau penguasa setan....iblis merasuk otak bejatmu...hatimu penuh murkah.Sadarlah saudaraku,kiamat sudah dekat,bertobatlah...sehingga engkau dapat masuk dlm kerajaan Allah disaatnya nanti...Mari kita cinta Damai untuk Bangsa dan Negara kita... Amin"

wishnu
Sigit Hendratno
"Demi Tuhan, Semua Kekerasan,Pembunuhan dan Pemerkosaan Fisik & Mental terhadap sesama adalah sangat dimurkaiNya...Rasullulah sangat menyenagi Perdamaian... Damailah Indonesiaku...Damailah Bangsaku...Bangsa Indonesia...Damailah Negriku Tercinta..."

Fanny Lioe
"Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 adalah salah satu tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, yang memberikan dampak psikologis mendalam bagi rakyat Indonesia... saya selalu berduka bila mengingat peristiwa ini..."

Lucia Fransisca
Oscar Prajnaphalla
"Bangsa ini perlu kembali ke nilai estetika yang asli dari bangsa ini, yakni cinta kasih. Indonesia di sepanjang Nusantara terkenal karena semangat toleransi, ramah tamah, dan gotong royong."

Agust
"Dengan 10 Thn ini jadi warning! tuk TIDAK terulang lagi kekerasan dan diskriminasi,pembauran membuat kita makin kaya & kuat, perpecahan mengundang kehancuran."Peacefull" "Hidup Dalam Damai,Damai Dalam Hidup. Semoga. Agust"

Thomas Yong
RADEN GALIH SEDIONO
""BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI AKAN SEJARAH BANGSANYA SENDIRI""

yosef
"Damailah indonesia!! kekerasan dan diskriminasi hanya membawa luka dan kesengsaraan!!! P E A C E .............!!!!"

wela morisa
"jangan pernah ada diskriminasi lagi antara kita. kita ini warga 1 bangsa, harus bisa saling menghormati hak masing2 individu,,peaceful Indonesia "

Michael Andi
"Go peaceful Indonesia...................."

fransiskus borgias m
"Aku dukung petisi ini. Mari kita hidup dalam damai. Stop saling gertak dan intimidasi. Mari saling mengasihi. Bukankah Allah yang mahabesar itu adalah mahakasih juga? "

Irijanto
"Bangkit Indonesiaku tanpa diskriminasi SARA"

Novi Nugroho
"We'll keep pray for our Indonesia"

Lieke
"Negara aman rakyat damai..."

Fransiskus A. Wisnu
"Peaceful Indonesia - peace for all, damai bagi semua."

Agung Cahyo
"Saya mendukung Indonesia Baru tanpa kekerasan dan diskriminasi."

Ira Setiawan
"perhaps, Diversity in Unity rather than Unity in Diversity...semoga..."

Patricia Tan
"Go Indonesia for a better and peace country!!"

Ireine Ayal
"Jangan ada lagi diskriminasi bagi seluruh warga negara Indonesia sehingga kejadian 1998 tidak terulang lagi. Harapan Indonesia menjadi lebih baik adalah impian setiap warga. Untuk para pemimpin Indonesia : "Change the way you think about Indonesia""

esther
theresia
"Semoga petisi ini membuat Indonesia makin maju, bebas diskriminasi SARA, mengingat sudah begitu banyak korban akibat diskriminasi tsb. Jangan ada lagi manusia2 munafik... PEACE..."

thomas
"Semoga kita bisa jujur.... jangan ada diskriminasi RAS, bebas dalam beribadah cuman itu aja........selamat jalan kawanku"

Gunawan Halim
"Untuk Indonesia damai, maju dan beradab"

robert
"Selama Indonesia berbentuk negara sandiwara,kasus Mei 98 tak kan pernah tuntas."

Wasistho Soerono
"No more discrimination, no more violence, no more lies...This is our milestone towards the new Indonesia, a peaceful Indonesia"

Ditto Santoso
"Indonesia damai adalah Indonesia yang diawali dengan kejujuran. Jujurlah pada sejarah. Luruskan fakta Mei 1998... in memoriam sahabatku Petrus Bimo Anugrah yang dihilangkan paksa 10 tahun lalu"

Josh Catti Rahadi
"Diskriminasi? NO! Kekerasan? NO! Ketidakadilan? NO! Hanya ada satu kata: LAWAN!"

liem fransiskus aprianto
"Kulihat BURUNG GARUDA mencengkeram erat tulisan BHINEKA TUNGGAL IKA. Dan kubayangkan kelak, insani INDONESIA mematri tulisan itu di dada masing masing, tak ada lagi diskriminasi. Indahnya Ke-BHINEKA-an INDONESIA."

dewi candraningrum
"A strong country is a country that acknowledge its failure as part of its identity. There is no seamless holiness attached to humanity."

sr. elis fmm
"I am beside those who become the victims of the violence and support those who against the violence"

Aa-Eman
"Saya sungguh mendukung petisi ini buat kepastian hukum atas tragedi berakibat bencana ekonomi nasional berkepanjangan ini. Tapi untuk seluruh rakyat, bukan menonjolkan 92 wanita suku Tionghoa. "

Gatot Sulistoni
"Tersenyumlah wahai para 'korban' dan keluarga. Akan datang anugerah terbesar Tuhan untuk Anda. Percayalah, Tuhan sudah memberikan 'balasan' kepada mereka. Mari kita dukung petisi ini sebagai sebuah seruan moral kepada dunia. Amiin"

Meidy Maringka
"We have to stop any kind of violence, and have peace on earth. No more discrimination, no more violence of whatsoever, please."

agus
"Para pelaku dan pejabat yg munutup2i sengaja melupakan "INGAT DOSA ANDA PAST MENDAPAT GANJARAN BAHKAN MUNGIN SEKALI TERTANGGUNG PADA KELUARGA/KETURUNAN ANDA "ADA YANG SANGAT BERKUASA ATAS SEGALANYA DI HIDUP INI" ""

carmelia prina
"tegakkan HAM di negara kita tercinta Indonesia! apalah arti hidup tanpa ada KASIH di antara kita -semoga Indonesia menjadi lbh baik- amin"

gustaf dupe
"kemanusiaan harus diteggakkan, karena itu pelaku2 kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran ham harus dituntut pertanggungjawaban hukumnya."

Edwin Tan
"Sedih, berduka, turut simpati untuk keluarga para korban. Hanya Tuhan yang bisa menguatkan mereka! Indonesia KRISIS KASIH!"

Linus S
"Enyahkan kekerasan dan diskriminasi di Bumi Indonesia, marilah bersatu padu membangun kemakmuran bersama."

johannes
"Usut peristiwa Mei dengan mengadakan penyidikan independen (jika perlu dalam level internasional) terhadap tokoh-tokoh yang waktu itu memegang kekuasaan, mumpung mereka masih hidup."

Ronny Dwi Agusulistyo
"Kekerasan yang mengatasnamakan sesuatu harus hilang di bumi pertiwi"

Suryo Susilo
"Stop kekerasan dan diskriminasi, mari kita bangun kehidupan yang harmonis berdasarkan Pancasila dan mari kita implementasikan semboyan Bhineka Tunggal Ika."

B. Puspita
"Saya mendukung petisi ini. Stop kekerasan dan diskriminasi. Keadilan harus ditegakkan. Damailah Indonesiaku."

Prof Dr Nizam Jim Wiryawan SH
"IT WAS A BARBARIAN ACT OF GROSS VIOLATION TO HUMAN RIGHTS. ANY COUNTRY DOES IT TOO IF IT GOES UNPUNISHED FOR ANY POLITICAL REASON; AS IT WAS NOT IN THE FIRST PLACE. IT IS CRIME AGAINST HUMANITY!"

nasandi
"Usut tuntas untuk keadilan dalam kemanusiaan"

Mohammad Pakuwibowo
"Demokrasi tanpa penegakan hukum hanyalah omong kosong. Bangkitlah untuk Indonesia yang toleran dan majemuk, human, civilized, adil dan makmur! Hentikan semua tindakan yang memalukan bangsa!"

Warsito Darmosukarto
"Kepentingan siapakah yang dilindungi jika pelanggaran HAM dibiarkan berlalu?"

Bismoko Mahamboro
""Kekerasan bukanlah kodrat manusia.""

Felix Widjaya
"May Ninety-eight is the fact of human-rights violation, it is the fact of Indonesian history."

Wahjudi Prakarsa
Yohanes Iwan Baskoro
"i support this petition. stop violence, rebuild our civilization and investigate the case. may the victims of 98 tragedy rest in peace"

Y. Handriyanto Wijaya, Pr
"Damai, kesejahteraan hanya sunggu dapat tercapai kalau keadilan dan kebenaran sungguh-sungguh ditegakkan"

Anisah
Frank Tokamaria
"Dukung cita-cita luhur Pembukaan UUD 1945,Batang tubuh dan Mari lanjutkan cita-cita luhur para pahlawan Nasional dan Pahlawan Revolusi R.I.10 May 1998 adalah kesalahan,jangan simpan kebencian,betapa indahnya hidup dalam keragaman."

Subur Hardono
"Keadilan harus ditegakkan siapapun pelakunya...Semoga arwah para korban 10 May 1998 beristirahat dalam damai. "

John Cage
"A tragedy like this should never happened to anybody, anytime! No excuses. I support this petition."

Isabel Kavitha
"Thanks Romo Andy and friends for initiating this petition. I was there when it happened. My prayers for the victims, their friends, families and the volunteers. Please let justice ring! And please do not let this kind of tragedy happen again, ever!"

Amalia S.-Hettwer
"Sangat mengharukan, menyedihkan sekali hak2 dasar kemanusiaan yg terpenting, kemerdekaan, terampas dan terpijak oleh manusia yg berakal liar dan menjijikkan. Saya dukung petisi ini, walaupun kami tinggal di Jerman. Hidup Indonesia Merdeka!!!"

Bambang Suharjoto
"Hentikan kekerasan! Mulailah membangun negara kita yang sudah terjun kearah KEMISKINAN ya? Hilangkan itu PERSEPSI KORUPTOR! Salinglah membantu sesam kita, manusia Indonesia, seperti saudara-saudara kita sendiri kan?"

ChanCT
"Jangan biarkan tragedi Mei '98 berlarut-larut tiada berkesudahan, tanpa ada ketegasan HUKUM bagi yang harus penanggungjawab."

Maria Coleman
"Stop violence NOW and start full investigation on any humanity-related case. We are all brothers and sisters so let us live in peace and harmony."

Dimas Danang A.W.
"Jangan lagi ada pengganyangan kemanusiaan di muka bumi ini. Hidup sebagai manusia berarti hidup bersama "yang lain"."

Bagyo Purwo
"Saya mendukung petisi ini. Stop kekerasan dan diskriminasi!"

John
"Kapan Indonesia bs punya hukum yg adil y???? Katanya sudah merdeka, tap koq orangnya msh pada susah y??? Ada yang masih tertindas pula.... :("

Titus Prayitno C.
"Telah berkumpul anak-anak bangsa yang sungguh mau mencintai bangsanya: Indonesia. Dan aku berada di dalamnya. Aku cinta Indonesia."

Natashya Tamarindang
"My heart goes to the victims... fully support this petition and justice will prevail.GBU."

Kayla E.
"God bless all those in Indonesia."

Suryo Adi Pramono
"Since we have history of violence so we must say no to other kinds of violence now and future as an expression of our love to God, nation, civilisation and humanity. Keep on non-violence movement and anti-discrimination."

Eliza
"Peace & jsutice in Indonesia"

R. B. Herdiyanto
"i'm a catholic, but i do really believe with this quote.. Even as the fingers of the two hands are equal, so are human beings equal to one another. No one has any right, nor any preference to claim over another. You are brothers. ~ Nabi Muhammad "

Sylvia D
"Sedih...semoga ini tidak terulang lagi bagi kami kaum minoritas di negeri ini.Tuhan memberkati usaha yang membawa perubahan positif bagi bangsa Indonesia."

ary setyo
"Damai tanpa kekerasan dan diskriminasi."

Aji Monoarfa
"Katakanlah dalam pikiran dan hati kita bahwa DAMAI itu INDAH.... Jadi ber DAMAI lah, dengan Memahami untuk Dipahami. ajimonoarfa.wordpress.com"

Alex Surya
"Dunia yang damai dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa sendiri. Penjelasan terbuka, jujur, beserta penyesalan adalah langkah awal menuju kedamaian. Hal itu harus dimulai sekalipun terlambat 10 tahun. "

Antonius Nurcahyo
"Sesuatu harus dibuka dan diklarifikasikan demi membangun Indonesia yang majemuk dan saling menghormati."

Mayasari
Eddy Prasetyo
"Bahwa perjuangan yang dilandasai ketulusan demi kepentingan bangsa tidak akan terhenti begitu saja, sejarah mencatat ini sepanjang zaman, smg Allah SWT menempatkan di sisi-Nya tempat yang mulia, Amiin http://eddyprasetyo-pwr.blogspot.com "

hatta abdurakhman
"sungguh tragedi yang sangat memilukan, seharusnya pemerintah malu bila tragedi ini diabaikan dan dimakan waktu tanpa adanya kebijakan hukum yang jelas.maka dari itu mari kita tunjukkan rasa solidaritas bersama menuju Indonesia yang utuh"

Dewi Karto
Rachmat Sendjaja
"diskriminasi adalah bentuk penghujatan terhadap Tuhan Maha Pencipta"

dendy darin
"Saya sangat prihatin dengan tragedi tersebut dan ikut bersimpati pada para korban. Bagaimanapun, apa yang terjadi pada hari itu merupakan tonggak sejarah Indonesia menuju kedewasaan bernegara."

Dany Sanusi
"KEKERASAN cermin ke-tidak-ber-adab-an pelakunya. Mari kita LAWAN BUDAYA KEKERASAN dengan AKTIF TANPA KEKERASAN."

Alexander Ignatius
""Hati saya menangis untukmu pertiwi tercinta....sudah sedemikian tumpulkah nurani hati manusia Indonesia ???...Aku merintih dalam gelap dan dalam ketakberdayaan...sampai kapan ini akan terjadi ???"

rudiyanto
""kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain"."

Handy Lenggawa
"Kebebasan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, termasuk kebebasan beragama, adalah hak setiap orang di manapun ia berada."

Thomas Septi Widhiyudana
"Damai itu hidup tanpa kekerasan dan manusia adalah yang paling suka mengucapkan kata - kata damai, tetapi tidak pernah memahami makna damai secara sempurna."

yoannes sumaryan doni
Ingrid Supit
Kade Ayu
Aloys Budi Purnomo (Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan)
"Rakyat bukan tumbal kekerasan dan kekuasaan. Mereka yang gugur, cedera, trauma, dan menderita akibat peristiwa Mei 1998 layak mendapatkan pembelaan kemanusiaan yang sepantasnya. "

tulus
"Kemerdekaan adalah hak segala bangsa ?( Pemilik bangsa / Penguasa )Apapun yang dilakukan penguasa sah adanya Meski Mekah di Boyong ke Indonesia takan merubah mental pejabat kita. "

Ivan Petrus
LiSan
"Turut berduka cita buat Indonesia di masa lalu, sekarang dan yang akan datang."

Therry
"Tidak ada KASIH di negara ini."

Tities Juwono
"Kita seharusnya bisa hidup dengan damai tanpa diskriminasi dan tanpa kekerasan. "

Frederic Ezerman
Y. Bosco Hariyono
voe
"Penghargaan yg tinggi untukmu OOTI, oleh karena segala daya upayamu....salam."

Paulus Tolo
"gantikan pemerintahan yang hanya mendukung pelupaan atas kekejian yang pernah dan sedang dilaksanakan."

Mulia
"Setiap dari kita telah berkontribusi dlm membuat gap&menimbulkan benci antar ras.Mohon maafkan peran negatif saya khususnya kpd para korban. Berkah Allah bersama kalian, yang hatinya hancur."

Felix Iwan Wijayanto
"Ayo rintis peradaban baru Indonesia yang adil, damain, tanpa kekerasan! Petisi ini membuka jalan, gerakan kita bersama harus mulai menapakinya."

Fendiv
"Tuntaskan kasus ini.."

Michael Rahajaan
"Waktu 10 tahun apa masih kurang lama? Kasus ini belum tuntas juga...... Siapa menindak siapa jadinya....?????"

n tok
"tanpa diskriminasi, tanpa kekerasan!"

Linda
Yoseph H. Susilo
Robby Hendra
Amanda
"KEKERASAN MEMBUAT TIDAK KERASAN!!!"

Basilio Hendra
effendi bp
"Hak Azasi Manusia harus ditegakkan demi kesejatian hidup! Dan Pemerintah harus bisa melindungi rakyatnya. "

Lucia Kosasih
"Negara yang maju pasti menjunjung tinggi HAK AZASI MANUSIA. Apa mau terus menjadi bangsa bodoh?"

Aan Rusdianto
"Indonesia, dunia, peradaban, bukan milik sekelompok, oknum, yang mengaku dan berlindung atas nama TNI. Soehartoisme telah usang. TNI, kembalilah ke rakyat. "

Frans Tugimin
zamani karmana
"pemerintah HARUS mengusut tuntas, memberi keadilan untuk mereka yang terluka, tertindas, tercoreng segala nilai diri seumur hidup. untuk masa depan, untuk Indonesia dalam kedamaian."

Ad Maiorem Dei Gloriam
"a man with other, a man for other, ad maiorem Dei Gloriam. kami mendukung petisi ini."

Albertus Suryo W. Sarman
Jahja
"Stop Kekerasan ! Apapun bentuknya pembenaran terhadap tindakan anarkis dan kekerasan yang mengatasnamakan pembelaan atas agama atau etnis tertentu tidak bisa dibiarkan."

Wandi
"Sungguh sayang, kalau bangsa kita bangsa Indonesia yang dahulu cinta damai, harus mundur kebelakang, kalau mau digunakan atau menggunakan cara cara yang exploitative terhadap suku,ras, agama, warna budaya ataupun apapun."

A. Suyadi
""Perjuangan untuk keadilan dan kebenaran harus dilakukan terus menerus tanpa kenal lelah; tantangan dan kekagalan tidak mengendorkan semangat untuk berjuang. Saya setuju dengan petisi ini."

alis windu prasetya
"stop kekerasan sekarang juga! kita mulai dengan hidup baru."

yonna
"kejahatan terhadap kemanusiaan yang mengatasnamakan agama sekalipun memang tidak dibenarkan. mudah-mudahan tragedi seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari, amin."

Alexander Ocatavianus Mario
"Semoga Indonesia yang kaya akan alam dapat menyejahterahkan rakyatnya dan semoga Indonesia menjadi tempat tinggal yang lebih baik.."

Julian
"Saya dukung petisi ini, saya saksi sebagian kekejaman Mei'98 yang biadab, jangan kambinghitamkan provokator. Usut tuntas Mei 1998. Siapapun yang menghalangi penanganan hukum demi menjaga citra bangsa ini patut dipertanyakan kemanusiaannya."

susy
"Kiranya muncul pemimpin Indonesia yg berani mengusut kasus ini sampai tuntas dan tidak melupakan sejarah hitam ini."

Harum Ramadhaningtyas
iswarahadi
""Di tengah-tengah seruan meminta keadilan, terdengarlah ratap-tangis mereka yang menjadi korban"."

Dea Natalia Surjadi
"My best prayer for Indonesia."

manneke budiman
"How much longer shall the victims wait for justice to be upheld? The perpetrators are still roaming freely out there, aren't we going to do anything about them?"

John Jehuru, OSA
""Keadamaian adalah hidup manusia dan kedamaian yang ada pada manusia adalah Allah sebab tiada keadamaian tanpa Allah"."

BJD. Gayatri
"Pemerintah RI, siapapun yang memerintah, harus bertanggung-jawab dengan mengusut tuntas kasus ini, serta menegakkan HAM di negaranya."

Frans Hendarto
"Saya dukung sepenuhnya perjuangan untuk menegakkan persamaan HAM dan keadilan di Indonesia."

A.Herwanta
"Hak asasi manusia adalah milik pribadi yang harus dihormati. Pelanggaran terhadapnya harus dihentikan. Tragedi Mei 1998 tidak boleh terulang lagi. Kita bersatu padu dengan semua pejuang HAM!"

Emmi
"Semoga tidak terjadi lagi kekejian di negara ini. Hargailah hak orang lain, dan perhatikan kesejahteraan sesama sebangsa."

Frances Wahyudi
""Dibutuhkan nyali dari penegak hukum untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan di bumi Nusantara, tanpa memandang latar belakang status sosial, ras, agama dan suku". Insya Allah!"

The Madin
"Peaceful Indonesia, peaceful for all, and no more exploit the issues of ethnicity, religion, race, and culture "

Sety Giblig
"Keadilan tanpa diskriminasi memang susah, mulai dari konsep sampai implementasinya, tapi susah tak berarti gak mungkin... kecuali kalau bumbunya kekerasan."

Felisia
Dismas Tulolo
"Jangan lagi ada etnis lain mengalami seperti yang dialami etnis Cina. Para pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan harus diajukan ke pengadilan."

Petrus Puspobinatmo
"Saya dukung penegakan keadilan di bumi Indonesia!"

WURYANANO
"Selamat menggarap Disertasi Doktor nya, mbak Jennie. Semoga sukses selalu. Salam dari Indonesia, Wuryanano (http://wuryanano.wordpress.com/"

Bernardus Rukiyanto
Lukman Sulung
Fifi Leow
"10 Thn yg lalu,saya tinggal di Glodok.Saya melihat semuanya yang terjadi malam itu di kawasan Glodok.Sedih, sangat sedih.Dg mendukung petisi ini,semoga kekejian yang mencoreng sejarah kemanusiaan dan Indonesia tidak terulang lagi."

Miskandar Eko Sembodo
"Saya mendukung Petisi ini, dan merasa sangat prihatin atas ketidakadilan yang masih terjadi di negara kita tercinta, Indonesia. Mari wujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, bermartabat, serta terhormat di mata dunia internasional. "

hamid
"semoga dalang dan pendukung kerusuhaan mei 98 bisa di hukum"

Susanne Setijadi
"Semoga suara kita cukup keras dan terdengar..."

Felicia Setiawan
"10 years... isn't that enough for people to bring justice upon this matter? hasn't that been enough horrible impact for people to realize that all humans are the same in the eyes of God? NO MORE DISCRIMINATION! Let's make a better world to live."

Ratih Kumala
"Sudah 10 tahun ya... enggak terasa. Aku masih ingat betul kerusuhan Mei '98 di Solo. Setelah itu Solo mirip kota mati. Aku juga sempat menulis cerita pendek tentang ini. www.ratihkumala.com"

Tina Soeseno
"Saya dukung petisi ini, dengan harapan untuk menggugah hati para politican, untuk menegakkan hukum, dan merubah Indonesia yang baru."

yunike
Subaktio
"Mengapa jadi begini ??? Inilah hasil sebuah proses "pemenjaraan pikiran" yang hanya menghasilkan kepicikan-kepicikan, yang hanya mengasilkan penderitaan"

kangtutur
"aku juga pernah melihat, di sekitar Jelambar beberapa keluarga Tionghoa naik ke atap rumah mereka karena takut... terdapat orang tua dan juga anak2 *HUKUM HARUS DITEGAKKAN - CARI DALANGNYA & HUKUM*"

Vincent Alexius
Pancha Anugerah
"Semoga kekejian yang mencoreng sejarah kemanusian tidak terulang lagi dan anak-anak bangsa bisa menikmati nusantara yang permai dan damai sejahtera. Semoga para korban dikuatkan, para pelaku disadarkan, dan para pembela dilindungi. Semoga ..."

Ria Wibisono
"Saya mendoakan seluruh korban dan keluarga agar mendapat kekuatan dalam menjalani hidupnya. Khususnya para perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual. Semoga kekerasan seperti ini tidak pernah lagi terjadi di bumi pertiwi, bahkan di dunia. "

merry
"100% tolak kekerasan"

Eddy Fances
"Saya doakan keluarga korban agar dikuatkan Tuhan dan dipulihkan secara total. Dan, secara teologis para pelaku boleh dimaafkan; namun secara hukum mereka harus dihukum secara adil. Bravo rekan2 di think-tank! "

Jeffrey Winmart
"Perjuangkan HAM, bebaskan Indonesia dari rasialisme untuk kemajuan peradaban bangsa guna menyongsong era globalisasi."

ahmad
"salam. saya mendukung petisi ini, karena sesuati dengan nilai-nilai kemanusiaan. "

joey
"menciptakan Indonesia baru tanpa kekerasan dan diskriminasi adalah pekerjaan maha susah. Tapi tak ada alasan untuk tidak memulainya. Mari!!!"

Endang Suryadinata
"Segala bentuk diskriminasi terhadap siapapun dalam bentuk apapun harus dilawan.Saya dukung dalam doa dan karya."

Tomy Su
"Dalam artikel di Jawa Pos 20 Maret 2008 saya serukan diakhirnya diskriminasi. Jadi petisi ini sevisi dengan perjuangan saya.Maju Terus!"

irma
"Untuk para pejuang HAM (sahabat dan keluarga korban), yang masih berjuang menuntut peradilan duniawi dan berjuang MELAWAN LUPA. LAWAN, LAWAN dan LAWAN!"

Santi Veronika Manurung
Irene
"Saya mendukung petisi ini. Sudah saatnya ada keadilan bagi para korban Mei 1998. Stop Kekerasan! Hentikan Diskriminasi! BUKTIKAN Garuda Pancasila BUKAN SEKEDAR Lambang Negara dengan Kata Mutiara yang Manis! HIDUP INDONESIA DAMAI!"

Jim Matuli
"Vote for DO NO HARM"

Andreo F. Rajagukguk
" Kemanusiaan harus ditegakkan melawan sebuah kejahatan sistem yang menindas."

Emmanuel Jefferson
Jemmy Sentonius
"This needs to be addressed, justice would prevail."

Handinata
"Terima kasih telah menyelenggarakan petisi ini. "

Daniel Fu
gabriel adur
"Kekerasan adalah sebuah modus operandi yang tidak demokratis untuk membangun sebuah bangsa besar dan bermartabat seperti indonesia. Republik tanpa kekerasan adalah sebuah cita-cita untuk membangun RI ke depan. "

Yenny
"Saya akan lakukan apa saja untuk menciptakan Indonesia tanpa diskriminasi dan kekerasan"

Fida Abbott
"Mata saya basah ktk membaca cerita di atas. Saya dukung 100%.Bertindaklah sesuatu atau Tuhan yang akan bertindak lebih hebat lagi thd Indonesia!"

dinnur
"dunia ini akan terasa nyaman dan tenang tatkala aturan, ketertiban, itu berjalan dengan seharusnya, tidak akan ada kekerasan yang dibutuhkan kita saat ini adalah keadilan yang sudah langka"

Mety
"Dalam keluarga inti ada peraturan, apalagi dalam suatu negara perlu hukum untuk mengatur. Jika pemerintah sendiri tidak mampu menegakkan keadilan maka sia-sialah hukum yang telah disusun "

agnes k
"Selama hukum tidak pernah berhasil ditegakkan, maka disitu kejahatan akan terus berlangsung dan korban akan semakin bertambah!. STOP, Hentikan kekerasan negara dan tegakkan hukum yang berpihak pada korban di Indonesia."

Mutiara Andalas, S.J.
"Komunitas beragama di Indonesia yang bungkam terhadap kekerasan negara dan diskriminasi rasial secara tidak langsung mendukung pelupaan sosial terhadap korban."

Eddy
"hukum yg bersalah pd kejadian Mei 1998"

Afra
"Saya mendukung petisi ini agar pemerintah transparan mengungkap sampai tuntas dalang dibalik kekerasan dan STOP kekerasan mengatasnamakan golongan, etnis dan agama tertentu. Damai Indonesia!"

S Gunawan
"jangan biarkan ini terulang lagi. Kuncinya: ganti pemerintah yang korup, berantas kebodohan dan kemiskinan "

Rijal Asep Nugroho
"Saya mendukung petisi ini. Keadilan bagi Korban. Hukuman bagi penjahat kemanusiaan."

H. Amahorseja
Martha Januar
"Saya sangat mendukung petisi ini karena sudah 10 tahun berlalu, pemerintah Indonesia tidak berani menindak pelakunya. Ini penting demi keadilan kepada korban."

Adi
"Jangan lupa sebagian besar pelaku kejahatan masal tersebut masih berkeliaran di luar sana. Segeralah adili mereka!"

Jennie S. Bev
Beni Bevly
"Saya, Beni Bevly dari Overseas Think Tank for Indonesia, mendukung petisi ini. Setiap kejahatan kemanusiaan harus ada penyelesaian yang adil. "